Sampang - Muscab ke-VI DPC PKB Kabupaten Sampang pada Minggu (29/3/2026) diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai struktur partai, termasuk unsur DPP dan DPW, dalam proses penjaringan kepemimpinan baru. Di internal partai, sejumlah nama mulai mendominasi bursa pencalonan, di antaranya Alyadi Mustofa, Mohammad Farok, KH. Musaddaq Chalili, Baihaki Munir, Mukyan, Fahmi, serta Mustakim.
Di luar figur-figur yang santer diperbincangkan tersebut, muncul nama Abdurrohim, mantan anggota DPRD Kabupaten Sampang periode 2019–2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang mencakup Kecamatan Kedungdung dan Robatal. Sebelumnya, ia tidak pernah menjadi pusat perhatian struktural dan kemunculannya dalam penjaringan ini tidak diprediksi oleh banyak pihak.
Meski awalnya tak masuk radar utama, Abdurrohim memiliki rekam jejak interaksi langsung dengan konstituen di wilayah tersebut. Wilayah Kedungdung dan Robatal menunjukkan pola dukungan yang tidak sepenuhnya ditentukan oleh struktur formal, melainkan oleh relasi sosial, komunikasi berkelanjutan, dan kepercayaan jangka panjang.
Di wilayah tersebut, hubungan dengan konstituen tidak berhenti setelah pemilu, tetapi tetap dijaga dalam keseharian. Selama berada di parlemen daerah, Abdurrohim lebih banyak bergerak pada isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat di luar jalur formal kelembagaan.
“Di wilayah seperti itu, orang melihat siapa yang benar-benar hadir, bukan sekadar muncul saat momentum,” ujar salah satu peserta Muscab dari unsur DPAC.
Pengamat politik lokal melihat bahwa situasi ini mencerminkan dua arus yang berjalan beriringan. Arus tersebut adalah kebutuhan akan soliditas organisasi secara struktural dan dorongan untuk mempertahankan kedekatan dengan basis pemilih melalui usulan DPAC.
Hingga forum Muscab berakhir, belum ada keputusan final terkait komposisi kepengurusan DPC PKB Kabupaten Sampang. Seluruh nama masih dalam tahap penjaringan oleh DPP, sementara dinamika di tingkat bawah tetap muncul dalam percakapan internal partai.